SAJAK DARI TAGAYTAY

(tasik membiru
di puncak gunung
kabus sejuk
yang menusuk aroma
tetap gagal
menyihir ramadan
yang kukepal
dari kampung
iktikadku.)

hai, sahabat penyair
perempuan yang memiliki
suara seperkasa lelaki
dengan segugus sajak
yang tumbuh dari karang
dan pasir pulau
tetapi akhirnya
kau memilih manila.

kau kisahkan
seribu pulaumu
yang bertabur
juga villalimpia yang berdebur
oleh bunyi laut dan ombak
dan kau pula berjuang
antara hidup dan maut,
takdirlah yang masih
memberimu hayat.

puisi terus dibacakan orang
saat aku mencari mentari
dari kamar bangalow yang tersalib
bertompoklah beberapa tetes
darah kritus!

aku menunggu maghrib
membiarkan kesejukkan
menguasai suasana
dan di luar sana redup cuaca
dengan kedinginan menusuk-nusuk
tubuh kurusku:
kucari jaket, jaketku
tertinggal di kamar hotel.

matahari diam
menyembunyikan bayang
dan beberapa baris sajak
sempat kukunyah
bersama kurma maghrib
yang seharian kukemam.

RAHIMIDIN ZAHARI
Tasik Tagaytay.
MALAYSIA


© Dewan Bahasa dan Pustaka, Malaysia. SEMUA HAK CIPTA TERPELIHARA 2002
Segala kemusykilan sila kemukakan kepada webmaster pat@dbp.gov.my