Klik butang untuk Biografi Penerima Anugerah MASTERA Negara Brunei Darussalam
AJIP ROSIDI (INDONESIA)
 
Ajip Rosidi lahir di Jatiwangi, Cirebon, Jawa Barat pada tanggal 31 Januari 1938. Pendidikannya adalah SD di Jatiwangi (1950), SMP di Jatiwangi (1953), Taman Madya di Jakarta (1956) dan selanjutnya otodidak. Dia dikenal sebagai penyair, pengarang, redaktur, penerbit dan peneliti. Dia pernah menjadi redaktur Suluh Pelajar (1953 - 1955), Prosa (1955), Majalah Sunda (1965 - 1967), Budaya Jaya (1968 - 1979), Ketua Peguyuban Sastra Sunda (1966 - 1975), Direktur Penerbit Tjupumanik (1964 - 1970), Direktur Penerbit Duta Rakyat (1965 - 1968), dosen luar biasa Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran (1967 - 1970), Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (1973 -1981), dan Ketua Dewan Kesenian Jakarta (1973 - 1981). Sejak 1981 menjabat sebagai guru besar tamu Gaidai (Osaka University Of Foreign Studies) Jepang.

Selain itu, dia mendirikan dan memimpin Proyek Penelitian Pantun dan Folklor Sunda (PPP-FS) yang banyak merekam Carita Pantun dan mempublikasikannya (1970 - 1973). Dia juga mempelopori pendirian Yayasan Kebudayaan Rancage (1989). Dalam dunia penerbitan dia mendirikan penerbit Kiwari di Bandung (1962), penerbit Cupumanik di Bandung (1964), penerbit Duta Rakyat di Bandung (1965), penerbit Pustaka Jaya (kemudian berganti nama menjadi Dunia Pustaka Jaya) di Jakarta (1971), penerbit Girimukti Pasaka di Jakarta (1980), dan penerbit Kiblat Buku Utama di Bandung (2000).

Dia meraih hadiah Sastra Nasional BMKN untuk karya yang berjudul Sebuah Rumah Buat Hari Tua tahun 1957, menerima Hadiah Seni dari Pemerintah Indonesia tahun 1993, dan menerima penghargaan Kun Santo Zui Ho Sho (The Order of Scared Treasure, Gold Rays with Neck Ribbon) dari pemerintah Jepang sebagai penghargaan atas jasa-jasanya yang dinilai sangat bermanfaat bagi hubungan Indonesia - Jepang.

Dia pernah mengikut Konferensi PEN Club Asia di Taipe, Taiwan (1970), dan Kongres PEN International di Rotterdam, Belanda (1972)

Karya-karyanya meliputi berbagai jenis, yaitu (a) kumpulan puisi: Pesta (156), Surat Cinta Enday Rasyidin (1960), Jeram (1970), Ular dan Kabut (kp, 1973), Sajak-sajak Anak Matahari (1979), Nama dan Makna (1988), dan Terkenang Topeng Cirebon (1992), (b) kumpulan cerpen: Tahun-Tahun Kematian (bersama Sobron Aidit dan S.M. 1955), Di Tengah Keluarga (1956), Sebuah Rumah Buat Hari Tua (1957), dan Pertempuran Kembali (1961), (c) kumpulan esai: Kapankan Kesusastraan Indonesia Lahir? (1964), Masalah Angkatan dan Periodisasi Sastra Indonesia (1972), Pembinaan Minat Baca, Apresiasi, dan Penelitian Sastra (1973), Sastra dan Budaya Kedaerahan dalam Keindonesiaan (1995) dan Pencakaki (1996), (d) novel: Perjalanan Penganten (1958, diterjemahkan ke bahasa Prancis, 1976), ke bahasa Yugoslavia, 1959), dan Anak Tanah Air (1985), (e) antologi puisi dan prosa: Jakarta dalam Puisi Indonesia (1972), dan Laut Biru Langit Biru (1977), (f) cerita rakyat: Lutung Kasarung (1958), Mundinglaya di Kusumah (1961), Ciung Wanara (1961), Sangkuriang Kesiangan (1961), Roro Mendut (1961), Purba Sari Ayu Wangi (1962), dan Candra Kirana (1962), (g) biografi: Sjafruddin Prawiranegara Lebih Takut kepoda Allah swt. (1986); (h) buku umum: Jalan ke Syurga (1964), Mengenal Jepang (1981), Manusia Sunda (1984), Undang-undang Hak Cipta 1982: Pandangan Seorang Awam (1984), dan Ikhtisar Sejarah Sastra Indonesia (1969), (i) studi: Kesusastraan Sunda Dewasa Ini (1966), Puisi Indonesia Modern: Sebuah Pengantar (1987), dan Puisi Indonesia (1975), (j) terjemahan: Penari-Penari Jepang (karya Kawabata Yasunari, diterjemahkan bersama Matsuoka Kunio 1985), Daerah Salju (karya Kawabata Yasunari, diterjemahkan bersama Matsuoka Kunio, 1987), Dua Orang Dukun (1972), dan (k) Ensiklopedi: Ensiklopedi Kebudayaan Sunda (2000). Selain menulis dalam bahasa Indonesia, ia juga menulis dalam bahasa Sunda.

© Dewan Bahasa dan Pustaka, Malaysia. SEMUA HAKCIPTA TERPELIHARA 2002
Segala kemusykilan sila kemukakan kepada webmaster pat@dbp.gov.my